Pemkab Bogor Akui Program Pembangunan Berkelanjutan Dapat Dijadikan Sumber Ekonomi

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga dan memulihkan lingkungan.

Konsep tentang menjaga dan memulihkan lingkungan tersebut selaras dengan adanya program pembangunan berkelanjutan.

Sebagai informasi bahwa definisi dari program pembangunan berkelanjutan merupakan proses sadar dan terencana yang memadukan tiga pilar penting yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan masa depan.

Pengertian yang lebih mudah dipahami tentang pembangunan berkelanjutan yakni cara memenuhi kebutuhan hidup saat ini dengan bijak tanpa merusak lingkungan dan sumber daya alam, agar nantinya lingkungan dan sumber daya alam tersebut masih dapat dinikmati dan dilihat oleh anak cucu kita.

Selain, konsep pembangunan berkelanjutan, saat ini pemerintah juga sedang melakukan penerapan program CSR (Corporate Social Responsibility), dan SDGs (Sustainable Development Goals) di Indonesia.

Konsep dan program tersebut harus dilakukan karena mengingat bahwa saat ini isu tentang krisis lingkungan sedang marak terjadi di negara Indonesia, dan adanya krisis lingkungan tersebut juga dapat berdampak negatif signifikan bagi kehidupan serta keselamatan kita.

Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat telah melakukan perencanaan serta pengembangan program CSR dan Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, program tersebut dirangkum dalam penyusunan peta jalan pasar karbon untuk membangun ekonomi hijau berkelanjutan.

Rudy Susmanto menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengembangkan potensi perdagangan karbon dari segala program penghijauan di kota Bogor dan sekitarnya.

Fokus utama dari pembangunan tersebut ialah merujuk kepada sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon dapat menjadi nilai positif yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Pada pelaksanaannya, pihak Pemkab Bogor akan berkoordinasi dengan  PT TUV Rheinland Indonesia, IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Rudi Susmanto mengaku bahwa pendekatan program berkelanjutan ini akan menggunakan roadmap yang jelas, dan penghijauan di Kabupaten Bogor dapat bermanfaat terhadap lingkungan dan membuka peluang yang tinggi ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola dengan efektif, efisien, berkelanjutan, dan akuntabel.

Disisi lain, Rudi Susmanto menjelaskan bahwa integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon, menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional.

 

Tanggung Jawab Bersama

Krisis Sampah di Indonesia: Tantangan Serius bagi Lingkungan dan Kualitas Hidup - PT. Wastec International

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan, krisis lingkungan bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan perusahaan saja, melainkan seluruh masyarakat Indonesia juga harus mempunyai rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Diaz Faisal Malik Hendropriyono, kerja sama antar sektor merupakan kunci utama dari sebuah keberhasilan untuk mencapai lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Diaz Faisal Malik Hendropriyono menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, maka laporan berkelanjutan milik ANTAM telah melampaui target yang telah ditentukan, dan ANTAM berhasil meraih nilai tertinggi dalam penilaian PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Penilaian PROPER pada perusahaan ANTAM tersebut merujuk kepada program penurunan emisi karbon sebesar 9,43 persen, dan ANTAM telah memaksimalkan penggunaan energi bersih serta ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono di forum Gerak Hijau 2026.